Liburan musim panas di tahun ketiga kuliahku. Sebuah rumah pedesaan yang sangat panas. Sebuah gudang gelap yang tidak boleh dimasuki.
Nenekku terus menggumamkan hal yang sama berulang-ulang: ‘Mentori-sama sedang mengawasi.’
Tapi tidak apa-apa karena aku punya kakak perempuanku.
Sebuah kisah horor rakyat yang mengerikan tentang ikatan darah dan adat istiadat yang terkubur pun dimulai.