Ini adalah kisah sebuah desa tempat bersemayamnya dewa—pada hari festival desa, dewa tersebut menganugerahkan takdir kepada seorang anak laki-laki bernama Mao. Takdir itu adalah untuk hidup sebagai seorang perempuan. Di sebuah desa kecil tempat hutan, danau, ladang, ikan, serangga, dan bunga tumbuh subur, Mao, saudara perempuannya, dan temannya menghadapi takdir.